Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cerpen Edisi Ramadhan 1447H Series 1

Pagi itu, suasana kelas 5 UPT SD Negeri 132 Gresik terasa berbeda. Beberapa anak terlihat sedikit mengantuk, tapi tetap bersemangat. Hari ini adalah hari pertama mereka sekolah dalam keadaan berpuasa di bulan Ramadhan.

Bima duduk sambil menopang dagunya.

“Aduh… kenapa ya jam terasa lama sekali?” gumamnya pelan.

Rani yang duduk di sebelahnya tersenyum.

“Kamu sahur nggak tadi?” tanyanya.

“Sahur sih… tapi ngantuk banget. Dan sekarang perutku mulai bunyi,” jawab Bima sambil memegang perutnya.

Lala ikut menoleh.

“Semangat, Bima! Ini kan hari pertama kita sekolah dalam keadaan puasa.”

Tak lama kemudian, Bu Sinta masuk ke kelas.

“Assalamu’alaikum, anak-anak. Bagaimana puasanya hari ini?”

“Wa’alaikumussalam… lancar, Bu!” jawab murid-murid serempak.

Bu Sinta tersenyum.

“Ingat ya, puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tapi juga menahan marah dan berkata tidak baik.”

Saat jam istirahat tiba, suasana menjadi sedikit berat bagi Bima. Biasanya ia membeli cilok kuah pedas di kantin. Kini ia hanya duduk di kelas.

“Bau mie goreng dari kantin sampai ke sini…” katanya pelan.

Rani tertawa kecil.

“Ini kan puasa? jangan menghayal. Ayo kita menggambar saja supaya lupa lapar.”

“Ide bagus!” sahut Lala.

Mereka pun menggambar masjid dengan bulan sabit dan bintang. Tanpa terasa, waktu berjalan lebih cepat.

Menjelang pulang sekolah, Bima mulai lemas.

“Rani… aku capek…”

“Sedikit lagi, Bima. Kamu pasti bisa!” jawab Rani menyemangati.

Akhirnya bel pulang berbunyi. Bima tersenyum lega.

Sore harinya di rumah, saat adzan maghrib berkumandang, Bima segera mengambil segelas air putih.

“Alhamdulillah…” ucapnya setelah minum.

Mama tersenyum bangga.

“Bagaimana puasanya hari ini?”

“Capek sih, Ma… tapi ternyata aku bisa sampai maghrib!” jawab Bima dengan mata berbinar.

Mama mengusap kepala Bima.

“Itulah hebatnya puasa. Kita belajar sabar dan bersyukur.”


Bima tersenyum. Hari itu ia belajar bahwa puasa bukan hanya tentang menahan lapar, tetapi juga tentang kesabaran, semangat, dan kebersamaan dengan teman-teman.

Dan ia sudah tidak sabar menunggu hari puasa berikutnya.

Posting Komentar untuk "Cerpen Edisi Ramadhan 1447H Series 1 "