Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cerpen Edisi Ramadhan Series 2 "Dito dan Misteri Jam yang Lambat"

 


Di kelas 5, ada satu anak laki-laki bernama Dito. Badannya gemuk, pipinya bulat seperti bakpao (eh, jangan sebut makanan! 😆). Bima terkenal dengan satu kebiasaan yang sulit dihilangkan.

“Bu… sekarang sudah jam istirahat belum?”

Padahal pelajaran baru berjalan sepuluh menit.

Teman-temannya sudah hafal.

Raka berbisik, “Hitung saja. Lima menit lagi pasti Dito tanya jam lagi.”

Dan benar saja.

“Bu… sekarang jam berapa?”

Seluruh kelas tertawa kecil.

Namun hari itu berbeda. Hari itu adalah sekolah di bulan Ramadhan.

Sejak pagi, Dito terlihat lebih banyak diam. Ia memandangi jam dinding seperti sedang menghipnotisnya.

“Kenapa sih jamnya jalannya pelan banget?” gumam Dito.

Sinta menyenggol lengannya.

“Bukan jamnya yang pelan. Kamu saja yang nggak sabar.”

Dito menghela napas panjang.

“Aku biasanya nunggu jam istirahat. Sekarang nunggu jam pulang. Rasanya lamaaa sekali.”

Saat pelajaran Matematika, Bu Rani tiba-tiba berkata,

“Anak-anak, hari ini kita belajar tentang kesabaran dalam pecahan.”

Dito mengangkat tangan.

“Bu… kalau sabar dibagi dua, hasilnya apa?”

Bu Rani tersenyum.

“Hasilnya tetap sabar Dito!”

Teman-teman tertawa.

Saat istirahat, Dito biasanya paling heboh. Tapi sekarang ia hanya duduk sambil memegang perutnya.

Raka mendekat.

“Kenapa, Dit?”

Dito menjawab pelan,

“Aku lagi latihan jadi ‘Dito versi kuat’. Katanya puasa itu melatih sabar.”

Sinta tersenyum.

“Berarti kamu naik level dong?”

Dito langsung duduk tegak.

“Level berapa?” Tanya Dito

“Level Pejuang Ramadhan!” Jawab Sinta.

Mata Dito berbinar.

“Wah, keren juga ya.”

Sepulang sekolah, Dito berjalan lebih cepat dari biasanya.

Raka bertanya,

“Mau main bola?”

Dito menggeleng.

“Nggak dulu. Aku mau bantu Ibu dulu di rumah. Biar levelku naik lagi.”

Raka pura-pura kaget.

“Wah, Dito update terbaru!”

Dito tertawa.

“Eh tapi… jam di rumah jangan pelan-pelan juga ya!”

Semua tertawa bersama.


Sejak hari itu, Dito memang masih suka bertanya jam. Tapi sekarang setiap bertanya, ia menambahkan satu kalimat.

“Jam berapa sekarang? Aku mau cek, masih kuat kok puasanya!”

Dan diam-diam, teman-temannya bangga.

Karena ternyata, Dito yang paling sering bertanya jam, justru sedang belajar menjadi anak yang paling sabar.

Posting Komentar untuk "Cerpen Edisi Ramadhan Series 2 "Dito dan Misteri Jam yang Lambat""