Cerpen Edisi Ramadhan Series 3 "Alarm yang Terlewat"
Pagi itu, Rafa, siswa kelas 5 SD, bangun lebih awal dari biasanya. Ibunya sudah membangunkannya untuk sahur.
“Rafa, bangun Nak. Sudah hampir imsak,” ujar Ibu lembut.
Dengan mata setengah terpejam, Rafa duduk di meja makan. Setelah sahur bersama Ayah dan Ibu di ruang tamu, Rafa kembali ke kamar.
“Rafa, jangan tidur lagi ya. Nanti kesiangan,” pesan Ayah.
“Iya, Yah…” jawab Rafa pelan.
Namun rasa kantuk setelah sahur membuat Rafa rebahan sebentar di kasur. “Cuma lima menit,” pikirnya.
Tak terasa, sinar matahari sudah masuk melalui jendela. Rafa masih tertidur pulas. Jam weker di samping tempat tidurnya sudah lama berbunyi, tapi ia tak mendengarnya.
“RAFA! Sudah jam enam lewat!” suara Ibu terdengar panik dari luar kamar.
Rafa terlonjak bangun. Ia melihat jam dinding.
“Ya Allah! Aku belum sholat Subuh!” serunya kaget.
Dengan tergesa-gesa, Rafa berwudhu dan sholat. Setelah itu, ia cepat-cepat memakai seragam. Rambutnya masih sedikit acak-acakan dan tasnya hampir saja tertinggal.
Di sekolah, gerbang hampir ditutup.
“Kenapa terlambat lagi, Rafa?” tanya Pak Guru dengan lembut tapi tegas.
Rafa menunduk. “Maaf, Pak… Saya tidur lagi setelah sahur.”
Pak Guru tersenyum bijak. “Tidur itu boleh, tapi jangan sampai melalaikan kewajiban. Sholat dan sekolah itu tanggung jawab.”
Rafa mengangguk. Dalam hati ia berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Malam itu, ia memasang alarm lebih keras dan meminta Ibu membangunkannya kembali jika ia tertidur.
Sejak saat itu, Rafa belajar bahwa disiplin adalah bagian dari tanggung jawab, apalagi di bulan Ramadan yang penuh berkah.
.jpg)
Posting Komentar untuk "Cerpen Edisi Ramadhan Series 3 "Alarm yang Terlewat""