Cerpen Edisi Ramadhan Series 5 "Raka, Jaga Lisan Ya!"
Raka adalah siswa SD yang terkenal cerewet. Sayangnya, yang sering keluar dari mulutnya bukan kata-kata baik. Hampir setiap hari ia berkata kotor saat bercanda dengan teman-temannya.
“Ah, tugas lagi! Capek banget sih!” keluh Raka suatu pagi ketika Bu Guru membagikan lembar latihan matematika.
“Raka, jangan mengeluh terus. Coba dikerjakan dulu,” kata Bu Guru dengan lembut.
Namun Raka hanya mendesah panjang. “Pasti susah. Aku malas!”
Teman-temannya sebenarnya kurang nyaman mendengar kata-kata Raka. Apalagi kalau sedang kesal, ia bisa berbicara lebih kasar lagi.
Bulan Ramadan pun tiba. Di sekolah, suasana terasa lebih tenang. Banyak siswa berusaha menjaga sikap dan ucapan karena sedang berpuasa. Bu Guru mengingatkan, “Anak-anak, puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tapi juga menahan amarah dan menjaga lisan.”
Raka mengangguk, tetapi kebiasaan lamanya belum berubah. Saat diberi tugas membuat rangkuman pelajaran, ia kembali mengeluh, “Aduh, ribet banget! Kenapa sih harus nulis banyak-banyak?”
Beberapa teman mulai menegur dengan halus. “Raka, kan lagi puasa. Kata Bu Guru harus jaga ucapan.”
Raka terdiam. Siang itu, ia merasa haus dan lelah. Tanpa sadar ia hampir berkata kasar lagi, tetapi tiba-tiba ia teringat pesan Bu Guru. Ia pun menahan diri.
Saat pulang sekolah, Raka melihat poster di dinding kelas bertuliskan: ‘Ramadan adalah bulan memperbaiki diri.’ Ia membaca berulang kali. Entah mengapa, hatinya terasa tersentuh.
Keesokan harinya, ketika Bu Guru memberikan tugas kelompok, Raka menarik napas dalam-dalam. Ia hampir mengeluh, tetapi ia memilih berkata, “Baik, Bu. Saya coba kerjakan.”
Teman-temannya tersenyum heran sekaligus senang. Raka memang belum sepenuhnya berubah, tetapi ia mulai belajar menahan kata-kata buruknya.
Sejak itu, setiap kali ingin berkata kotor atau mengeluh, Raka mengingat bahwa puasanya bisa berkurang pahalanya. Ia pun berusaha mengganti keluhan dengan semangat.
Perlahan, Raka menyadari bahwa menjaga ucapan ternyata membuat hatinya lebih tenang dan teman-temannya lebih nyaman.
Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih kita menjaga ucapan dan sikap. Kebiasaan buruk bisa diubah jika kita mau berusaha dan memperbaiki diri, terutama di bulan Ramadan yang penuh berkah.
.jpg)
Posting Komentar untuk "Cerpen Edisi Ramadhan Series 5 "Raka, Jaga Lisan Ya!""