Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cerpen Edisi Ramadhan Series 6 "Jam Tujuh yang Penuh Makna"

Setiap pagi pukul tujuh tepat selama bulan Ramadan, mushollah sekolah sudah dipenuhi suara lantunan ayat suci Al-Qur’an. Kegiatan tadarus ini khusus dilakukan oleh siswa kelas 6 sebelum mereka masuk ke kelas masing-masing.

Pagi itu, suasana terasa lebih hening dari biasanya. Udara masih sejuk, dan cahaya matahari menembus jendela mushollah. Anak-anak kelas 6 duduk berbaris rapi membawa mushaf. Di depan, Pak Rahmat mengawasi dengan tenang.

Namun, di barisan belakang, Bisma dan Reno mulai menunjukkan kebiasaan kurang baiknya.

Saat kelompok mereka sedang membaca bergantian, Bisma justru mendekatkan wajahnya ke Reno dan berbisik, “Nanti pulang sekolah kita main game online, ya. Aku sudah naik level hampir ke peringkat baru!”

Reno tersenyum antusias. “Serius? Wah, aku juga! Nanti kita mabar sampai sore!”

Keduanya tertawa kecil. Meskipun pelan, bisikan mereka membuat Dimas yang duduk di depan mereka kehilangan konsentrasi. Ia salah membaca satu ayat dan harus mengulanginya kembali.

Pak Rahmat menghentikan bacaan sejenak. Beliau menatap ke arah belakang dengan lembut.

“Anak-anak,” ucapnya tenang, “Ramadan adalah bulan untuk melatih diri. Tadarus pagi ini bukan hanya rutinitas, tapi cara kita mendekatkan diri kepada Allah sebelum belajar.”

Bisma dan Reno langsung terdiam. Mereka merasa malu karena telah mengganggu teman-temannya.

“Kalian sekarang kelas 6,” lanjut Pak Rahmat. “Sebentar lagi lulus. Jadilah contoh yang baik. Bermain game itu tidak salah, tapi ada waktu yang tepat. Saat tadarus, fokuslah pada Al-Qur’an.”

Bisma menunduk. “Maaf, Pak…”

Sejak saat itu, mereka kembali membuka mushaf dan membaca dengan lebih sungguh-sungguh. Suara lantunan ayat kembali terdengar merdu dan teratur memenuhi mushollah.

Pagi itu, Bisma menyadari bahwa Ramadan bukan alasan untuk bermalas-malasan atau bercanda berlebihan. Justru di bulan inilah ia harus belajar mengendalikan diri.

Jam tujuh di mushollah kini terasa lebih bermakna bagi mereka.

Posting Komentar untuk "Cerpen Edisi Ramadhan Series 6 "Jam Tujuh yang Penuh Makna""