Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cerpen Edisi Ramadhan Series 10 "I'tikaf Yuk!"

Malam Ramadhan terasa sejuk. Setelah salat tarawih, suasana masjid masih ramai oleh jamaah yang membaca Al-Qur’an dan berdzikir. Di halaman masjid, dua siswa kelas 5 bernama Fahri dan Rizky sedang berjalan pulang.

Fahri terlihat bersemangat.

“Rizky, nanti malam kita i’tikaf di masjid yuk!” ajaknya.

Rizky menguap sambil menggosok matanya.

“Ah, aku capek. Lebih enak tidur di rumah. Besok juga harus sekolah,” jawab Rizky.

Fahri tersenyum. Ia tidak langsung menyerah.

“Memang tidur enak, tapi i’tikaf itu ibadah yang sangat baik di bulan Ramadhan,” kata Fahri. “Saat i’tikaf kita bisa lebih dekat dengan Allah, membaca Al-Qur’an, berdoa, dan berdzikir di masjid.”

Rizky mulai memperhatikan.

Fahri melanjutkan,

“Rasulullah juga selalu melakukan i’tikaf terutama pada sepuluh malam terakhir Ramadhan untuk memperbanyak ibadah dan mencari malam Lailatul Qadar.”

“Kalau kita i’tikaf, pahala kita bisa bertambah. Kita juga bisa belajar menenangkan hati dan fokus beribadah,” tambah Fahri.

Rizky terdiam sejenak. Ia memandang masjid yang masih terang oleh lampu dan suara lantunan Al-Qur’an dari dalam.

“Hmm… kalau cuma sebentar boleh ya?” tanya Rizky.

“Tentu boleh! Kita bisa membaca Al-Qur’an atau berdoa bersama,” jawab Fahri dengan senang.

Akhirnya Rizky tersenyum.

“Baiklah, aku ikut. Daripada cuma tidur, lebih baik dapat pahala.”

Fahri terlihat sangat gembira. Mereka pun kembali menuju masjid dengan langkah ringan.

Malam itu, dua sahabat kecil itu duduk berdampingan di dalam masjid. Mereka membaca Al-Qur’an dengan khusyuk, menikmati suasana Ramadhan yang penuh keberkahan.

Posting Komentar untuk "Cerpen Edisi Ramadhan Series 10 "I'tikaf Yuk!""